Tak ada kawan dan lawan abadi dalam politik, juga dalam hubungan keluarga. Ketika politik hanya didasari kepentingan, maka hubungan kekerabatan bisa langgeng atau malah berantakan oleh kepentingan. Kisah dalam Orde Omdo adalah gambaran itu. Politik dinasti hendak dilangsungkan, sekaligus ditentang.

Lakon Orde Omdo adalah satire politik Indonesia hari ini. lakon ini menarik bukan hanya karena kritik-kritik sosial di dalamnya, tetapi juga tata artistiknya. Bukan hanya pertunjukan yang akan membuat penonton tertawa atau menertawai keadaan, tetapi juga mengajak merenungkannya. Ada komedi, musik, tari-membuat pertunjukan yang lengap element artistiknya. Lagu-lagu Sinten Remen akan menjadi bagian tak terpisahkan dari pertunjukan ini. seperti lagu “Parodi Jatilan”, “Omdo”, “Keroncong Sunat”, dan lain-lain.

Lakon Orde Omdo bisa menjdi gambaran bagaimana para pemimpin, menjelang pemilihan, malah sibuk mengumbar janji dan terus banyak omong, sembari berupaya menutupi konflik-konflik di antara mereka. Berkisah tentang seorang Kepala Daerah (Susilo Nugroho) yang habis masa jabatannya dan ingin melanggengkan kekuasaannya melalui hubungan kekerabatan. Sementara kandidat lain, seorang politikus muda (dimainkan Cak Lontong) yang jadi idola karena ketenaraannya, juga maju mencalonkan diri. Pertentangan keduanya, ternyata menguakan sejarah keluarga mereka yang selama ini ditutup-tutupi.

Hal lain yang menarik dalam lakon Orde Omdo ini adalah pemakaian unsur batik dalam artistik pertunjukannya. Cerita Orde Omdo memang memakai dunia industri batik sebagai latar belakang kisahnya. Batik yang kini banyak dipuja, bahkan menjadi kebanggan di dunia internasional dan dan menjadi program nasional, ternyata juga menyimpah kisah para pengrajin batik yang nasibnya seperti tak tersentuh perubahan. Batik bisa menjadi kisah yang relevan ditengah hiruk pikuk politik yang sibuk omong doang. Pilitik omdo.

Artis Pendukung: Happy Salma, Marwoto, Susilo Nugroho, Yu Ningsih, Cak Lontong, Kelompok Tari Sahita, Trio GAM (Joned, Gareng, Wisben)
Penata Musik: Djaduk Ferianto, Sinten Remen
Artistik: Ong Harry Wahyu
Busana: Samuel Wattimena

Harga Tiket :

PLATINUM VVIP VIP BALKON
Rp 500.000 Rp 300.000 Rp 200.000 Rp 100.000

 

Pemesanan tiket:
Hotline reservasi: 0838-9971-5725, 0856-9345-7788
Taman Ismail Marzuki: 021-975-975, 0815-1935-1935