Mereka hidup bertetangga. Seorang pemuda dan seorang Wanita. Keduanya telah lama saling mengenal. Sebelumnya hubungan keduanya juga akur, sampai sebuah peristiwa membuat mereka jadi berseteru. Semua karena perbedaan pilihan politik.

Keduanya menjadi saling intip kelemahan masing-masing. Lebih jauh lagi, perseteruan keduanya ternyata membuat situasi di kampung tempat mereka tinggal menjadi penuh kasak-kasuk. Ada Sebagian warga yang membela di Pemuda. Sebagian lain mendukung si Wanita. Terjadilah ketegangan, yang melibatkan para warga sampai Pak RT. Apalagi ketika dua orang yang bermusuhan itu maju ke gelanggang pemilihan: ingin menjadi Anggota Dewan.

Kisah ini menampilkan suasana kehidupan di sebuah perkampungan yang semula tenang, tetapi jadi penuh ketegangan ketika terjadi perbedaan pilihan politik. Apalagi ketika kemudian muncul banyak kejadian. Peristiwa pencurian, isu munculnya hantu, juga kabar beberapa warga yang hilang diculik. Semua peristiwa itu semakin ramai ketika dibumbui isu-isu politik.

RAGAM

feat2023-4-desember-IK-MusuhBebuyutan

Kuasa tanpa Rasa

Kuasa sesungguhnya alat kebaikan yang dipergunakan untuk menyingkirkan keburukan. Penguasa yang luhur budi akan senantiasa menjadikan kuasa sebagai amanah untuk menjunjung tinggi keadaban mulia, kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan kesejahteraan sosial.

Lukman Hakim Saifuddin

tombolselengkapnya

PANGGUNG SEBELUMNYA