Butet adalah salah satu penggagas dan tim kreatif dari program Indonesia Kita. Di mulai sejak tahun 2011 hingga saat ini, panggung Indonesia Kita selalu tak luput dipadati penonton pada setiap pementasannya di Graha Bhakti Budaya-Taman Ismail Marzuki.

Lahir di Yogyakarta 21 November 1961. Anak ke-5 dari 7 bersaudara keluarga seniman (Koreografer dan pelukis) almarhum Bagong Kussudiardja. Sang ayah diakuinya sebagai sosok yang telah memberikan atmosfer kesenian sejak awal di keluarga. Sejak kecil pun ia sudah terbiasa menonton ketoprak di Tobong dan membatik.

Butet dikenal sebagai seniman yang menekuni lintas seni dan multi talent. Mulai 1978-1992 menjadi sketser (penggambar vignet) dan penulis freelance untuk liputan masalah-masalah sosial budaya untuk media-media lokal maupun nasional: KR, Bernas, Kompas, Mutiara, Sinar Harapan, Hai, Merdeka, Topik, Zaman, dan lain-lain. Aktif sebagai pelukis dan pengamat seni rupa. Sampai sekarang masih menulis esai budaya atau kolom (tentang masalah sosial budaya) di berbagai media massa cetak nasional.

Pengalaman di bidang teater di antaranya: Teater Kita-Kita (1977), Teater SSRI (1978-1981), Sanggarbambu (1978-1981), Teater Dinasti (1982-1985), Teater Gandrik (1985-sekarang), Komunitas Pak Kanjeng (1993-1994), Teater Paku (1994) dan Komunitas seni Kua Etnika (1995-sekarang). Butet juga tersohor sebagai tukang monolog dan bermain berbagai peran di berbagai pertunjukan komunitas teater lainnya, sinetron bahkan dunia film.