Agus Noor selalu menjadi sutradara dan penulis naskah di setiap program Indonesia Kita. Ia dikenal sebagai penulis cerita pendek, puisi, esai, skenario televisi dan naskah lakon, serta menjadi artistic director untuk banyak pertunjukan teater dan musik.

Sejak tahun 2011 sampai saat ini menjadi creative dan artistic director untuk panggung Indonesia Kita, yang rutin menggelar pertunjukan 3 sampai empat kali dalam setahun: Laskar Dagelan, Beta Maluku, Kartolo Mbalelo, Mak Jogi, Kutukan Kudungga, Kadal Nguntal Negara, Kabayan Jadi Presiden, Maling Kondang. Nyonya-Nyonya Istana, Orde Omdo, Matinya Sang Maestro, Semar Mendem, Roman Made in Bali, Tabib dari Timur, Sinden Republik, Datuk Bagindo Presiden dan Nyonya Nomor Satu, Komedi Tali Jodo, Doea Tanda Tjinta, Sri Eng Tay, Sabdo Pandita Rakjat dan kali ini Presiden Kita Tercinta.

Lahir di Tegal, 16 Juni 1968. Pada tahun 1987, cerpennya “Kecoa” muncul di Kompas pertama kali. Tahun 1984 cerpen “Peang” yang ditulisnya masuk dalam buku Cerpen Pilihan Kompas, dan sejak itu cerpennya nyaris selalu masuk dalam buku cerpen pilihan Kompas.

Buku-bukunya yang sudah terbit Bapak Presiden yang Terhormat (Pustaka Pelajar, 1998), Memorabila, (Yayasan Obor Indonesia, 2000), Selingkuh Itu Indah (Galang Pustaka, 2001), Rendezvous (Galang Pustaka, 2002,) Potongan Cerita di Kartu Pos (Penerbit Buku Kompas, 2005), Matinya Toekang Kritik (Lamalera Pers, 2007) Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia (2007), Ciuman yang Menyelamatkan dari Kesedihan (Motion Publising, 2010), Cerita buat Para Kekasih (Gramedia, 2014).