Seratus Hari

Ternyata sudah hampir seratus hari Djaduk Ferianto tidak bersama kita. Masih selalu terbayang kehadirannya. Terkadang terasa benar isyarat kedatangannya, untuk sekadar ngobrol dan mengajak bercanda. Uasuwok.

Tapi kami terus belajar melepas, selepas-lepasnya, melalui selamatan seratus hari. Dua peristiwa yang melepas itu adalah pada tanggal 23 Februari besok, pukul 18.00 melalui misa bersama Rama Sindhunata SJ, di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, dan “Ibadah Musikal” di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, 25 Februari 2020, pukul 19.30.

Silakan, jika teman-teman berkenan hadir: umbul donga, mengenang, mengikhlaskan, dan memaknai pertemanan dengan dia. Terima kasih kawan-kawan Kua Etnika dan Ngayogjazz yg berkenan menggelar hajatan ini.

Berkah dalem.

Butet Kartaredjasa

RAGAM

feat2016-2-juli-IK-DoeaTandaTjinta

Musik Krontjong Indonesia

Musik krontjong yang kita kenal saat ini telah berusia lebih dari tiga setengah abad. Sejarahnya diawali dari kedatangan Portugis ke Maluku pada abad ke-16 untuk berdagang rempah-rempah. Mereka mendirikan loji di pulau Banda yang dijaga oleh laskar Portugis asal Goa, India.

Victor Ganap

tombolselengkapnya

PANGGUNG SEBELUMNYA